Skip to content
mtatataufik.id

mtatataufik.id

media berbagi dan silaturahmi

  • Profil
  • Gallery
  • Tafsir Inspiratif III
    • Tafsir Inspiratif I& II
  • Untuk Putra-putriku
  • Buku
  • Artikel
    • Kolom
    • Komunikasi Pendidikan Islam
    • Hikmah
    • Arsip
  • Home
  • Idul Fitri Yang Optimis

Idul Fitri Yang Optimis

Posted on May 15, 2021June 2, 2021 By M Tata
Kolom

Idul Fitri Yang Optimis

Idul Fitri adalah hari saat berkumpulnya ummat Islam setelah bulan Ramadhan, demikian menurut pengertian kamus bahasa Arab. Kalau diteliti secara bahasa kata Idul Fitri terdiri dari dua suku kata; id artinya perayaan atau peringatan, fitr berarti berbuka puasa. Maka bisa diartikan perayaan setelah berpuasa selama satu bulan yaitu bulan Ramadhan. Makna ini sesuai dengan adanya Idul Adha, yang berarti perayaan setelah menyembelih udhiyah atau binatang korban.

Berangkat dari pengertian ini ada beberapa hal yang bisa diungkapkan: pertama bahwa Idul Fitri berhubungan erat dengan Ramdhaan; kedua idul fitri merupakan perayaan yang dilakukan untuk merayakan usainya bulan Ramdhan; ketiga bahwa yang dirayakan adalah tuntasnya berpuasa Ramadhan. Dari tiga hal ini maka pertanyaan yang bisa diajukan adalah bagaimana merayakan Idul Fitri?

Sebuah perayaan biasanya didasarkan pada suatu yang sangat besar dan dianggap penting serta memiliki pengaruh bagi kehidupan orang banyak secara umum. Maka dalam hal Idul Fitri dasar utamanya adalah karena ummat Islam secara serentak melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan, menjalankan puasa selama satu bulan lamanya adalah perbuatan yang luar biasa, dan tidak semua orang bisa menjalankannya. Kemudian selama berpuasa itu banyak barokah (bertambahnya nilai-nilai kebaikan) dan kesempatan untuk mengembangkan amal perbuatan baik secara berlipat ganda. Dan bulan Ramdahan sendiri memiliki keutamaan sebagai bulan yang berisikan rahmat, maghfirah dan berpotensi untuk melepaskan seseorang dari api neraka.

Atas asar ini maka ummat Islam berhak merayakannya, merayakan kemampuannya untuk bisa berpuasa satu bulan penuh, merayakan kemampuannya untuk bisa betaqarub (mendekatkan diri kepada Allah) merayakan atas didapatnya Rahmat dan Maghfirah Allah SWT.

Bagaimana Merayakannya? Untuk perayaan Islam mengajarkan tata cara merayakannya, pertama menyebut dan mengangungkan nama Allah. Kedua dengan bersedekah kepada fakir miskin dalam bentuk zakat fardu ain yaitu zakat fitrah, ketiga dengan mendirikan salat dua rakaat yang disertai dua khutbah, Keempat ini merupakan tradisi yang disarikan dari nilai-nilai ajaran Islam yaitu bermusafahah saling memaafkan dan bersilaturhami.

Cara yang pertama yaitu sebagaimana diungkapkan dalam QS. 2:185. “Hendaknya bertakbir (mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur.”

Seperti yang sudah dimaklumi bersama bahwa lafadz takbir berbunyi: Allah Akbar, Laa ilaaha Illa Allah, Allah Akbar, wa Lillahi al-Hamd. Inilah ungkapan keasadaran seorang hamba bila sukses melakukan sesuatu; seakan mengucapkan aku berpuasa karena Kebesaran-Mu ya Allah, bukan karena suatu yang lain, tidak ada tuhan selain Engkau, karenanaya aku mematuhi segala perintah-Mu dan menjauhi larangan-Mu,  Engkau Maha Besar, dan bagi-Mu segala pujian, tak ada yang layak untuk dibanggakan di hadapan Keagungan-Mu kerena semua pujian hanya milik-Mu. Maka dengan bertakbir tahlil dan tahmid itulah muhasabah (mawas diri) yang sebenarnya; mengetahui posisi sebagai hamba Allah dan menyadarinya kemudian diikuti oleh kepatuhan kepada-Nya.

Dengan bertakbir setelah melakukan puasa bearti menghilangkan kesombongan yang mungkin muncul karena telah melaksanakan puasa sementara mengetahui bahwa ada orang lain yang belum bisa melaksanakannya. Bisa juga terlalu bangga karena merasa sudah menlakukan ketaatan, maka dengan bertakbir akan merasakan posisi yang sebenarnya, bahwa Allahlah yang Maha Besar artinya manusia dan makhluk lainnya kecil tak berarti apa-apa dibanding Keagungan Allah SWT.

Bertakbir juga akan memberikan keasadaran bahwa dosa-dosa yang pernah dilakukan adalah kecil dibanding dengan Keagungan Allah SWT yang bisa memberi pengampunan pada siapapun yang meminta ampun, maka ingat-ingatlah dosa apa yang pernah dilakukan dan mohonlah ampunan-Nya. Dilukiskan seorang ulama dalam ungkapan “Ya Rab! Andaikan dosa-dosaku besar dan banyak, tapi aku tahu bahwa Maaf-Mu lebih luas dan besar.”

Keempat cara perayaan itu merupakan bentuk  kesyukuran atas suksesnya menjalankan ibadah puasa, itulah artinya Idul Fitri, suatu hari raya yang diberikan Allah kepada hamba-Nya yang beriman untuk bisa menghadapi hari esok dengan Takbir, artinya hanya Allah saja yang Maha Besar, masalah lapar, lapar masalah kecil, kesulitan apa pun yang dihadapi manusia kecil, dengan semangat Allah Akbar, seorang muslim menjadi optimis dalam hidupnya, serta dengan rasa syukur akan terhindar dari sikap  putus asa. Wallahualam.

(medcom.id/pilar/12 -5 2021)

Tags: hari esok idul fitri 1442 lapar optimis tahlil takbir

Post navigation

❮ Previous Post: Homeward
Next Post: Pelat Nomor ❯

You may also like

Kolom
Pencari Jum’at
April 17, 2020
Kolom
Pesan Ramadlan
April 29, 2020
Kolom
Jubah
May 6, 2020
Kolom
MODIFIKASI SUARA
September 12, 2023

Recent Posts

  • Kurikulum Holistik: Dari Model Tokkatsu, Child to Child Pedagogy, Hingga Pesantren
  • Ahead of GIHES 2026: From the Hidden Curriculum to a Holistic Curriculum
  • Kami Alihkan Pesawatnya ke Surabaya
  • Menjelang GIHES 2026: Dari Hidden Curriculum ke Holistic Curriculum
  • The Expensive Warung: How Commercialism Is Changing Indonesian Hospitality

Archives

Memes

Categories

Quotes

Kalender

October 2026
M T W T F S S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
« Sep    

Memes

Link

  • PP Al-Ikhlash
  • Al-Ikhlash Institute
  • P2i

https://www.youtube.com/c/TataTaufik

Copyright © 2026 mtatataufik.id.

Theme: Oceanly Green by ScriptsTown