mtatataufik.id

media berbagi dan silaturahmi

Puasa 2

Print Friendly, PDF & Email

Ramadalan: Pintu surga dibuka dan pintu neraka ditutup serta setan diikat

Rasulullah saw bersabda: Jika datang bulan Ramadlan, pintu surga dibuka dan pintu neraka ditutup, serta setan diikat. Hadits dari Abi Hurairah ini diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim.

Hal ini menggambarkan kondisi bulan Ramadlan saat ummat Islam melaksanakan ibadah puasa, pada bulan ini ummat Islam diberi banyak kesempatan untuk melaksanakan berbagai amalan ibadah dan kebaikan/amal sholeh. Sehingga baginya terbuka lebar pintu surga, dengan diwajibkannya berpuasa.

Seperti yang diketahui bahwa puasa merupakan peribadahan yang pahala langsung diberikan oleh Allah SWT bagi pelakunya. Semua amal ibadah adalah untuk hamba-Ku kecuali puasa, ibadah tersebut untuk-Ku demikian yang disampaikan Allah melalui Rasul-Nya. Siapa yang melakukan ibadah puasa karena iman dan karena mengharap pahala dari Allah, maka baginya ampunan atas dosa-dosanya yang lalu. Dengan ketentuan bahwa puasa yag baik selain meninggalkan hal-hal yang membatalkan puasa juga meninggalkan perkataan bohong.

Puasa bisa menjadi perisai bagi pelakunya untuk melindungi dirinya dari perbuatan yang membawanya kepada neraka, sehingga pintu neraka seakan tertutup dengan puasanya yang baik itu, dan setan terikat sehingga tidak mampu menggodanya atau menyeretnya ke neraka.

Dalam konteks ini ada beberapa amalan yang bisa dan biasa dilakukan seorang mu’min, yakni dengan melakukan i’tikaf dan qiyaamu Ramadlan. I’tikaf maksudnya diam di mesjid dengan niat dan sifat tertentu. Niat i’tikaf di mesjid kemudian duduk sambil membaca al-Qur’an atau baca tasbih, tahlil dan  berdzikir. Adapun qiyamu Ramadlan artinya menjalankan shalat malam di bulan Ramadlan. Siapa yang menjalankan shalat malam di bulan Ramadlan dengan motivasi keimanan dan mengharapkan pahala dari Allah maka baginya ampunan bagi dosa-dosanya di masa silam (hadits Mutafaq alaih).

 

Comments are Closed