mtatataufik.id

media berbagi dan silaturahmi

Kabar

Print Friendly, PDF & Email

Kabar adalah laporan tentang peristiwa yang biasanya belum lama terjadi, kabar angin maupun kabar burung lain lagi artinya; kabar yang belum jelas kebenarannya atau desas-desus, sama juga dengan kabar selentingan. Arti kabar dalam KBBI sama dengan OALD ketika menjelaskan kata news. Yang berbeda istilah kabar burung, dalam bahasa Inggris tidak berarti bird news atau news bird, yang ada adalah rumor.  Arti kamusnya sama dengan kabar burung atau kabar angin dalam bahasa Indonesia.

Menarik tentang kabar burung, dalam istilah Arab disebutkan tathoyur تَطيّر, arti asalnya mencari informasi kegagalan atau keberuntungan (ramalan) dengan melihat gerak-gerik dan suara burung. Penggunaan kata tathoyur ini dalam bahasa Arab kemudian berarti sial atau malang seperti digunakan dalam surat Yasin ayat 18-19.   Konon kebiasaan ini juga sudah terdapat pada masa Yunani kuno, disebut ornithomancy atau augury; ramalan kuno dengan bantuan memperhatikan gerak-gerik burung.

Kabar ketika dihubungkan dengan kata surat menjadi surat kabar, adalah kertas yang berisikan kabar atau berita. Dasar kelahiran surat kabar modern  (modern newspaper)  adalah Acta Diurna (daily acts)  yang merupakan pengumumam dan laporan berbagai kegiatan politik serta kejadian di masyarakat pada masa Romawi klasik. Pada abad pertengahan, manuskrip newsletters dari kelompok perusahaan keluarga Fugger di Augsburg juga disebut-sebut sebagai cikal persuratkabaran.

Pada tahun 1500an di Inggris muncul penerbitan news book or news pamphlet dengan memilih satu topik berita seperti peperangan  (a battle), bencana (disaster), atau berbagai kegiatan masyarakat (kenduri) (public celebration). Misalnya eyewitness account of the English victory over the Scots at the Battle of Flodden (1513) semacam laporan pandangan mata dari peperangan.

Pada dua dekade awal abad 17 penerbitan secara berkala mulai muncul di German, Italy, dan Netherlands. Dalam Bahasa Belanda corantos  –ini mungkin asal kata koran dalam bahasa Indonesia–yang merupakan serentetan berita berbagai kejadian baik dari dalam maupun luar negeri, menjadi sumber berita yang diterjemahkan ke bahasa Inggris dan Prancis, terbit  di Amsterdam sekitar tahun 1620.

James Gordon Bennett memulai New York Herald pada tahun 1835. Orang pertama  memperluas cakupan korannya dengan memberi penekanan pada hiburan entertainment.  Persaingan antara surat kabar pada tahaun 1890an melahirkan  berita sensasional dan tidak lagi berisafat alami, yang dikenal dengan jurnalisme kuning yellow journalism: koran kuning atau koran merah menurut istilah Indonesia. Yang kemudian lebih parah lagi dengan kemunculan Tabloid pertama di US  New York Daily News (1919), dimulai oleh Joseph Medill Patterson dan menampilkan sex dan  sensationalism.

Jadi dalam sejarahnya koran atau surat kabar memang bertugas memberitakan berita-berita kenegaraan termasuk perang, kemudian merambah pada politik, kemudian akibat persaingan, maka berangsur menambah berita hiburan, dan pada gilirannya berita-berita sensasional, yang kemudian dikenal dengan jurnalisme kuning dan sesnsasionalisme.

Memperhatikan kabar pada fase globalisme saat ini justru yang berkembang adalah model pemberitaan sesnsasionalisme, pemilihan judul dengan konsep agar memiliki daya tarik  menampilkan judul-judul sensasional, dan saat ditelusuri konten beritanya nyaris tidak ada berita, bahkan jauh dari judul yang dibuat. Apalagi memperhatikan media online, konten berita hanya sedikit dibanding dengan judul yang ditampilkan, bahkan agak terkesan penipuan publik, dalam peribahasa disebukan “indah gambar dari rupa.” Ini bahaya ketika sikap pembaca mengambil saja apa yang diberitakan apa adanya tanpa sikap kritis.

Maka  yang patut diperhatikan setelah mencermati gaya pemberitaan saat ini adalah harus ada upaya setiap individu untuk menurunkan derajat kepercayaan kepada berita yang dipublikasi dengan lebih mempertajam sikap kritis dan nalar yang logis. Hal ini didasarkan pada aspek historis kemunculan sensasionalisme yang lahir dari perebutan posisi tertinggi dalam merebut audien.

Juga harus dimaklumi baha kabar (news) kini sudah menjadi produksi, karakteristik produksi itu adalah laba dan pasar, mengenai kualitas yang dijual, ukurannya laku dan tidak laku, kalau yang murah (an) laku ya pasti akan tetap diproduksi. Be wise.

 

Comments are Closed