Lockdown is Fasting

Print Friendly, PDF & Email

Secara bahasa lockdown  berati perintah resmi untuk mengontrol pergerakan mayarakat atau kendaraan karena situasi yang membahayakan. an official order to control the movement of people or vehicles because of a dangerous situation. Kata ini menjadi sangat populer sejak awal tahun 2020 dengan kasus Wuhan yang meberlakukan lockdown karena wabah penyakit yang melanda wilayah tersebut.

Perkembangan berikutnya kebijakan resmi itu diikuti oleh berbagai negara, termasuk Arab Saudi negara yang paling banyak dikunjungi warga Indonesia ini juga memberlakukan lockdown sejak awal Maret lalu (12-3-2020).  Alhasil semua negara kini melakukan kebijakan yang sama, dengan waktu yang tidak jelas sampai kapan?

Bukan saja negara perkembangan berikutnya di Indonesia setiap wilayah memiliki kebijakan tersendiri terkait hal ini, pemda DKI misalkan menjalankan program PSBB (Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB). yang mulai diberlakukan 10 April 2020. Sementara masyarakat yang mencoba menafsirkan informasi yang didapatnya tentang isu wabah ini juga melakukan kontrol dengan cara masing-masing yang kadang perlu kontrol juga.

Lembaga pendidikan tak terketinggalan juga terkena kebijakan tersebut, tindakan yang dilakukan adalah dengan menutup kegiatan belajar mengajar di sekolah atau perguruan tinggi dan beralih ke distance learning (belajar jarak jauh)  yang semakin populer pada masa krisis wabah ini, kesempatan ini tentu saja langsung disambut oleh para provider dan operator serta portal penyedia layanan interneti dengan berbagai programnya. Anak-anak sekarang selalu minta “kuota” kata seorang pekerja yang  anaknya sekolah di salah satu sekolahan, soalnya mereka belajar melalui hp tandasnya.

Sementara di sisi lain edaran berbagai kementerian juga semakin mengukuhkan lockdown dengan caranya masing-masing dan sesuai garapannya.

Berkenaan dengan kegiatan keagamaan Islam dan kehadiran bulan suci Ramadlan, pertama kali beredar melalui medsos  tentang protokol kegiatan peribadahan di mesjid Istiqlal, mulai dari khutbah Jum’at sampai ke Idul Fitri sudah mulai didengungkan. Kemudian MUI dan Kemenag juga menyampaikan edarannya terkait hal tersebut.

Jika dihubungkan dengan Ramadlan dan kegiatan lembaga pendidikan maka akan ditemukan satu titik kebijakan: liburan Ramadlan. Liburan yang pada tahun 1978 dihapus oleh Daud Yusuf ketika menjadi menteri Pendidikan dan Kebudayaan (PDK). Patut diketahui bahwa pada mulanya di Indonesia lembaga pendidikan meliburkan siswanya selama satu bulan penuh di bulan Ramadlan, kemudian dengan alasan yang dibuat seperti mendasar dan ilmiyah menteri PDK saat itu bersikeras menghapus liburan tersebut, walau harus berhadapan dengan reaksi MUI yang pada waktu itu diketuai oleh Buya Hamka. Berbagai dialog penolakan pihak MUI atas gagasan tersbut menemui jalan buntu. Dan para siswa yang lahir dari tahun 1978 sampai sekarang tidak pernah menemui (merasakan) liburan Ramadlan satu bulan penuh. (silahkan kunjungi tulisan Hendaru Tri Hanggoro:  https://historia.id/agama/articles/alasan-libur-puasa-anak-sekolah-ditiadakan-vgLo0 )

Kenyataan menjadi berbalik di tahun ini, tahun 2020 stelah 42 tahun kebijakan penghapusan itu menjadi terhapus dengan sendirinya,karena anjuran libur lockdown yang selalu diperpanjang setiap dua minggu.

Ramadlan seperti yang diketahui adalah bulan saat umat Islam diwajibkan berpuasa selama satu bulan penuh. Menahan diri dari makan dan minum serta hal yang membatalkan puasa lainnya. termasuk menahan dari berbagai perbuatan negatif dalam berbagai dimensi kehidupan, sebagai gantinya diisi dengan memperbanyak ibadah, doa, tadarus al-Qur’an dan dzikir, memperbanyak shodakoh serta amal sholeh lainnya.

Secara bahasa puasa sejalan dengan kebijakan lockdown yang berlaku, seperti kata-kata kontrol, atoritas, resmi dan pergerakan masyarakat menjadi symbol bunyi dalam menjelaskan kata lockdown, demikian juga dengan puasa, kata menahan diri, kegiatan, ibadah, amal sholeh, i’tikaf  menjadi kata penjelasnya.

Akhirnya mari songsong liburan Ramadlan yang kini kembali setelah absen selama 42 tahun, diisi dengan amal sholeh sebaik mungkin sambil memohon kebaikan takdir untuk semua pada bulan saat penetapan ketentuan takdir diputuskan (lailatul Qadar).