mtatataufik.id

media berbagi dan silaturahmi

Katakan Alhamdulillah seri 2

Print Friendly, PDF & Email

Kedua kata alhamdulillah dalam surat al-Mu’minun ayat 28 konteksnya ucapan hamdalah saat terlepas dari bahaya. Nabi Nuh as diperintahkan untuk mengucapkan alhamdulillah setelah semua pengikutnya menaiki bahtera yang dibuatnya atas wahyu Allah untuk meyelamatkan mereka dari azab yang diakibatkan oleh perbuatan orang zalim.  

فَإِذَا اسْتَوَيْتَ أَنْتَ وَمَنْ مَعَكَعَلَى الْفُلْكِ فَقُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي نَجَّانَا مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ المؤمنون: ٢٨

Dan apabila engkau dan orang-orang yang bersamamu telah berada di atas kapal, maka ucapkanlah, “Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan kami dari orang-orang yang zalim.”

Ini mengandung pelajaran apa yang seharusnya diucapkan tatkala seseorang terlepas dari bahaya.

Ibnu Katsir:

Allah SWT berfirman untuk menceritakan tentang nabi Nuh as, yang berdoa agar ditolong dari kaumnya, sebagaimana disebut dalam surat al-Qomar ayat 10, “Maka dia (Nuh) mengadu kepada Tuhannya, “Sesungguhnya aku telah dikalahkan, maka tolonglah (aku).

Dalam ayat lain disebutkan “ wahai Tuhanku tolonglah aku atas pendustaan mereka terhadapku.” Lalu Allah memerintahkannya untuk membuat kapal dan memerintahkan agar membawa ke kapal itu mahkluk berpasang-pasangan seperti binatang, tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan, kemudian memerintahkan juga untuk membawa keluarga dan pengikutnya, selain mereka yang telah ditetapkan Allah untuk binasa seperti anak dan istrinya. Setelah melihat badai dan hujan yang turun dari langit, jangan berpikir untuk menyelamatkan kaumnya dengan harapan agar mereka beriman, karena mereka telah ditentukan untuk tenggelam dengan kekufuran dan keserakahannya. Sebagaimana kisahnya telah dikemukakan pada surat Hud.

Dan firman Allah فَإِذَا اسْتَوَيْتَ أَنْتَ وَمَنْ مَعَكَ sebagaimana juga disebutkan dalam ayat lain Az-Zukhruf ayat 12-14. “Dan yang menciptakan semua berpasang-pasangan dan menjadikan kapal untukmu dan hewan ternak yang kamu tunggangi. Agar kamu duduk di atas punggungnya kemudian kamu ingat nikmat Tuhanmu apabila kamu telah duduk di atasnya; dan agar kamu mengucapkan, “Maha-suci (Allah) yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.”

Nabi Nuh as telah melaksanakan hal tersebut, serta menjalankan firman Allah dalam surat Hud ayat 41: Dan dia berkata, ”Naiklah kamu semua ke dalamnya (kapal) dengan (menyebut) nama Allah pada waktu berlayar dan berlabuhnya. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun, Maha Penyayang.”

Demikianlah Nuh as menyebut nama Allah mulai dari awal naik kepal, selama berlayar dan sampai saat berlabuh.

Jalalain:

Apabila kamu telah lengkap dan telah genap yakni kamu dan orang-orang yang bersamamu berada di atas bahtera itu, maka ucapkanlah “alhamdulillah’ segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan kami dari orang-orang zalim, yakni orang-orang kafir dengan dibinasakannya mereka.

As-Sa’di:

Jika kamu sekalian sudah menaiki bahtera itu dan telah terbebas  bersamamu dari arus gelombang dan ombak yang menggumpal maka pujilah Allah atas keselamatan tersebut, dan katakanlah alhamdulillah yang telah menyelamatkan kami dari orang-orang zalim, ini merupakan pelajaran dari Allah untuk Nabi Nuh as dan untuk siapa saja yang terlepas dari bahaya kaum yang zalim, dari azabnya dan dari perbuatannya.  

bersambung ke seri 3

Comments are Closed