Skip to content
mtatataufik.id

mtatataufik.id

media berbagi dan silaturahmi

  • Profil
  • Gallery
  • Tafsir Inspiratif III
    • Tafsir Inspiratif I& II
  • Untuk Putra-putriku
  • Buku
  • Artikel
    • Kolom
    • Komunikasi Pendidikan Islam
    • Hikmah
    • Arsip
  • Home
  • Korma & Kolang Kaling

Korma & Kolang Kaling

Posted on May 11, 2020May 11, 2020 By M Tata
Kolom

Bulan puasa dan bulan haji untuk masyarakat muslimin Indonesia identik dengan korma, atau tamar dalam bahasa aslinya yang berarti korma kering.  Sunah berbuka dengan korma membuat buah asal gurun pasir  dari pohon semacam palm yang hidup di tanah kering di belahan Timur Tengah itu begitu populer.

Popularitas korma tentu saja menjadi komoditi yang diinport ke Indonesia untuk memenuhi permintaan pasar; masyarakat muslim. Selain masa Ramadlan, buah ini juga populer di masa haji, sebagai oleh-oleh khas bagi jamaah haji ketika pulang ke tanah air menyertai air zam-zam.

Di Indonesia ada juga buah-buahan yang populer di bulan puasa, antara lain kolang-kaling, timun suri, blewah, pisang , kelapa muda, mungkin ada buah lainnya sebagai bahan baku pembuatan makanan pembuka puasa termasuk ubi-ubian dan tepung padi (bahan cendol)  Biasanya dibuat kolak atau  dibuat semacam minuman dengan pemanis gula aren atau syrup.

Di antara yang disebutkan itu yang bentuknya hampir mirip  dengan korma adalah kolang-kaling, yaitu buah pohon enau setelah dikupas kulitnya diolah menjadi bahan campuran minuman manis di bulan puasa. Ketersediannya menjadi sangat banyak khusu di bulan tersebut dibanding dengan hari-hari biasa, ada yang putih sebagaimana warna aslinya ada juga yang diberi warna merah atau hijau.  Dikatakan mirip karena sama-sama merupakan buah dari tanaman berjenis palm, dengan jumlah yang banyak dalam satu tangkainya. Perbedaannya tidak memiliki rasa manis seperti kurma, yang sudah memiliki rasa sedari asalnya.

Masyarakat Indonesia  yang kaya kreativitas tidak menyerah begitu saja, ketika kolang-kaling (sunda; buah kawung) tidak memiliki rasa manis, mereka menyadap dari pohon yang sama air yang kemudian dijadikan gula aren. Maka dengan pohon yang sama menghasilkan minuman segar perpaduan antara air gula merah dan kolang-kaling sebagai  minuman pembuka puasa.

Itulah karakter tumbuhan yang sejenis satu tumbuh di belahan Dunia yang tandus dan satu tumbuh di belahan yang subur. Sebagaimana diisyaratkan dalam surat al-Nahl ayat 10-11,  surat al-Fathir ayat 27 dan al-Zumar ayat 21. Semunaya mengisyaratkan ada rasa dan warna berbeda dari berbagai tumbuhan dan buah-buahan yang tumbuh di berbagai macam kondisi tanah.

Dari sinilah terjadi pertukaran buah-buahan dari belahan bumi yang satu ke belahan bumi yang lainnya, melalui perdagangan, saling interaksi antara satu bangsa dengan lainnya, sungguh luar biasa. Pertanian dan perkebunan di Asia Tenggara yang kaya akan buah-buahan itu belum semuanya digarap dengan baik, masih banyak yang bisa dikembangkan untuk mensuplai kebutuhan buah-buahan di Dunia ini.

Tapi anehnya akhir-akhir ini –entah motivasi apa– di negeri kita tiba-tiba ada upaya mengambil alih tanaman yang bagus tumbuh di wilayah yang  sesuai dengan karakternya, korma mulai diupayakan untuk ditanam di negeri yang hijau ini, sampai-sampai berita akhir-akhir ini banyak kasus investasi atas nama kampung korma.  Ramai-ramai menanam korma mungkin dengan pendekatan pandangan relegi atau hanya uji prestasi bahwa pohon seperti itu bisa tumbuh dan berbuah di negeri nan hijau ini. kalau ada alasan lain, mangga, jambu, sawo, belimbing, durian, jeruk, pepaya  dan lainnya masih bisa dikembangkan dengan kualitas yang lebih baik. Biarlah para petani di belahan Arab sana menanam korma, dan kita tanam yang memang tersedia di negeri kita.

Biarkan kita tetap bangga dan bahagia mendapatkan korma dari negeri sana, sebagaimana mereka juga bangga ketika membawa durian olahan ke negerinya, atau merasakan nikmatnya kolang-kaling saat berada di negeri kita.

 

 

 

 

 

 

Tags: haji korma kulang-kaling populer puasa

Post navigation

❮ Previous Post: Halāwah
Next Post: Rumah ❯

You may also like

Kolom
Lockdown is Fasting
April 8, 2020
Kolom
Motivasi 3.0
April 6, 2021
Kolom
Hari Guru Untuk Apa?
December 16, 2022
Kolom
Perempuan (di) Ramadlan
May 8, 2020

Recent Posts

  • Kurikulum Holistik: Dari Model Tokkatsu, Child to Child Pedagogy, Hingga Pesantren
  • Ahead of GIHES 2026: From the Hidden Curriculum to a Holistic Curriculum
  • Kami Alihkan Pesawatnya ke Surabaya
  • Menjelang GIHES 2026: Dari Hidden Curriculum ke Holistic Curriculum
  • The Expensive Warung: How Commercialism Is Changing Indonesian Hospitality

Archives

Memes

Categories

Quotes

Kalender

September 2026
M T W T F S S
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
« Jul    

Memes

Link

  • PP Al-Ikhlash
  • Al-Ikhlash Institute
  • P2i

https://www.youtube.com/c/TataTaufik

Copyright © 2026 mtatataufik.id.

Theme: Oceanly Green by ScriptsTown