Skip to content
mtatataufik.id

mtatataufik.id

media berbagi dan silaturahmi

  • Profil
  • Gallery
  • Tafsir Inspiratif III
    • Tafsir Inspiratif I& II
  • Untuk Putra-putriku
  • Buku
  • Artikel
    • Kolom
    • Komunikasi Pendidikan Islam
    • Hikmah
    • Arsip
  • Home
  • Perempuan (di) Ramadlan

Perempuan (di) Ramadlan

Posted on May 8, 2020May 9, 2020 By M Tata
Kolom

 

Memperhatikan pekerjeaan perempuan terutama para ibu rumah tangga di bulan Ramadlan luar biasa mereka beramal. Mari kita perhatikan pagi hari mereka harus belanja mempersiapkan segala sesuatu untuk berbuka puasa. Setelah itu menjelang sore hari sekitar pukul 14.00 mereka telah mulai aktifitas memasak untuk anggota keluarganya berbuka puasa, terlebih bagi yang memiliki tanggungjawab anggota keluarga yang harus diberi buka puasa dengan jumlah yang banyak.

Usai menyiapkan puasa mereka juga melakukan tarawih, setelah itu mereka mulai lagi berpikir untuk memasak sahur, jika banyak persiapan bisa dilakukan sejak pukul 00.00. berpikir juga untuk mendistribusikannya serta melihat apa ada anggota keluarga dalam tanggungjawabnya yang tidak kebagian santap sahur. Dan begitu seterusnya, mereka juga tetap berpuasa, tetap mencuri waktu untuk membaca al-Qur’an serta tetap mengerjakan pekerjaan rumah secara rutin.

Belum lagi seacara psikis mereka harus bisa menyikapi berbagai persoalan di rumah dengan sangat bijak, halus dan tetap bernuansa kasih dan sayang. Bagi yang kehidupannya pas-pasan, mereka harus bisa mengatur kebutuhan hidup dengan sangat cermat, ketersediaan logistik untuk tetap bisa bertahan kerap menjadi pikiran mereka, kemampuan untuk menghemat di satu sisi dan kemampuan menyajikan perasaan yang enak dipandang dan bisa diterima oleh seluruh anggota keluarga di sisi yang lain. Bagaimana tidak setelah bermujahadah mempersiapkan segala sesuatu, terutama saat sahur, bisa saja sang anak menunjukkan keengganan untuk bangun sahur, setelah bisa bangun pun masalah belum selesai, ketika sang anak melihat menu yang tersedia menunjukkan mimik penolakan, harus ada rayuan dan belaian kasih agar mereka bisa menerima apa adanya.

Tidak jarang mereka harus –dengan penuh kasih-sayang—mengantarkan santapan sahur ke kamar sang anak, guna menyenangkan dan mengamankan mereka dari alasan tidak sahur dalam perjalanannya menunaikan ibadah (bisa juga berlatih) puasa.

Menyaksikan kesibukan seperti ini kita hanya bisa berdo’a, semoga jadi amal sholeh buat mereka, dan ini yang selalu saya sampaikan kepada istri di rumah: “amal sholeh insyaallah” untuk memotivasi dan menghiburnya, kita kaum lelaki hanya bisa menonton, tidak bisa bantu banyak.

Potret ini dengan apik diungkapkan oleh Al-Misrawi dalam kicauannya: Alangkah besarnya pahala perempuan di bulan Ramadlan: pahala puasa, pahala mengerjakan pekerjaan rumah, pahala memberi buka bagi yang puasa. Ya Allah berilah mereka kekuatan dan bebaskanlah mereka dari dahaga. Seemoga

 

Post navigation

❮ Previous Post: Ketawa
Next Post: 17 Ramadlan ❯

You may also like

Kolom
Kemauan
April 20, 2020
Kolom
Korma & Kolang Kaling
May 11, 2020
Kolom
Aset Maknawi
February 15, 2021
Kolom
BAKIAK
December 21, 2020

Recent Posts

  • Kurikulum Holistik: Dari Model Tokkatsu, Child to Child Pedagogy, Hingga Pesantren
  • Ahead of GIHES 2026: From the Hidden Curriculum to a Holistic Curriculum
  • Kami Alihkan Pesawatnya ke Surabaya
  • Menjelang GIHES 2026: Dari Hidden Curriculum ke Holistic Curriculum
  • The Expensive Warung: How Commercialism Is Changing Indonesian Hospitality

Archives

Memes

Categories

Quotes

Kalender

September 2026
M T W T F S S
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
« Jul    

Memes

Link

  • PP Al-Ikhlash
  • Al-Ikhlash Institute
  • P2i

https://www.youtube.com/c/TataTaufik

Copyright © 2026 mtatataufik.id.

Theme: Oceanly Green by ScriptsTown