Skip to content
mtatataufik.id

mtatataufik.id

media berbagi dan silaturahmi

  • Profil
  • Gallery
  • Tafsir Inspiratif III
    • Tafsir Inspiratif I& II
  • Untuk Putra-putriku
  • Buku
  • Artikel
    • Kolom
    • Komunikasi Pendidikan Islam
    • Hikmah
    • Arsip
  • Home
  • Ketawa

Ketawa

Posted on May 7, 2020May 7, 2020 By M Tata
Kolom

Bahasa Inggris laugh; to make the sounds and movements of your face that show you think something is funny or silly (Oxford Advancerd Leaner’s Dictionary 2020), bersuara keras dan gerak muka untuk menunjukkan bahwa sesuatu itu lucu atau kurang pas. Dalam KBBI disebutkan ketawa; melahirkan rasa gembira, senang, geli, dan sebagainya dengan suara berderai (Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikbud 2019). Semuanya sudah maklum apa yang dimaksud dengan ketawa, karena akrab dengan keseharian kita.

Dalam al-Qur’an ada 8 kali disebut kata tertawa (adlhaka, yadlhaku, dlahaka) tertawa, pada tiga ayat pengucapannya selalu diikuti dengan kata bakā, yabkī, yabkūn, artinya menangis. Yakni disebutkan dalam surat at-Taubah: 82, al-najm: 43, dan 60.

Dalam surat at-Taubah ayat 82 membicarakan kondisi orang munafik yang tidak mau berperang bersama Rasulullah SAW saat perang Tabuk, hendaknya mereka tertawa sedikit (karena persoalan duniawi/ dalam kehidupan dunia fana ini) dan menangis dalam waktu yang panjang di  neraka kelak.

Dalam surat al-Najm ayat 43 menjelaskan bahwa Allah SWT yang membuat ketawa dan menangis, dan hal-hal yang menyebabkan ketawa dan menangis.

Adapun pada ayat 60, Menceritakan orang musyrik yang menertawakan al-Qur’an ketika dibacakan, Mengapa kalian tertawa (dengan penuh ejekan dan olokan?) dan kenapa tidak menangis karena takut akan ancamannya?

Dalam surat Hud: 71 menceritakan tertawanya istri nabi Ibrahim as saat diberitakan akan memiliki putra, karena dia sudah tua dan mandul dalam waktu yang lama, sekian lama, tapi kemudian Allah SWT menjelaskan bahwa hal tersebut sangat mudah bagi Allah –untuk memberinya keturunan.

Adapun pada ayat al-Mu’minun 110, al-Jukhruf: 47, menceritakan ketawanya orang kafir ketika disampaikan kepada mereka ayat-ayat Allah.  Dan Al-Mutahfifin 29 menceritakan kondisi orang yang menertawakan orang beriman di dunia, sedangkan ayat 34 menceritakan tertawanya orang mu’min atas apa yang didapat oleh orang-orang kafir di akhirat/hari kiamat.

Ada ketawa wajar, ada menertawakan dan ditertawakan. Ketawa wajar misalkan yang dilakukan oleh istri nabi Ibrahim as ketika mendapat informasi yang menggembirakan tapi dihubungkan dengan kondisinya yang secara hukum alamiah tampak tidak mungkin, tapi di sinilah Allah menunjukkan Kuasa-Nya.

Yang tidak wajar adalah ketika suatu kaum diajak kepada kebenaran, tapi menolaknya dan bahkan mengolok dan mencemooh baik terhadap isi informasi ajakan maupun kepada pengajarnya (pemberi informasi). Kemudian ditambah juga dengan menertawakan para pengikut yang menerima ajakan itu.

Menertawakan ini kondisi manusia yang menemukan sesuatu yang dipandang tidak sejalan atau aneh menurut sistem nilai yang dianutnya, seperti orang musyrik dan kafir yang menertawakan kaum muslimin.

Karena manusia adalah makhluk ketawa, maka beberapa model ketawa itu harus dipelajari juga, kapan harus ketawa, menertawakan adan ditertawakan, kemudian memilih juga objek ketawa yang pas. Apakah para sahabat Nabi SAW suka ketawa? Demikian suatu saat Ibnu Umar ditanya; Ya, mereka bisa tertawa, dan iman dalam hati mereka lebih besar dari gunung.

Rasulullah SAW berpesan dalam sabdanya; andaikan mereka mengetahui seperti apa yang aku ketahui, pasti mereka akan lebih banyak menangis. Rasulullah SAW menangis saat ayat 281 dari surat al-Baqarah diturunkan: “waspadalah terhadap hari saat kamu sekalian dikembalikan kepada Allah lalu semua jiwa mendapatkan balasan atas perbuatannya, dan mereka tidak dianiaya (artinya pembalasan yang adil).”  Ada saat ketawa dan saat menangis, di dunia ini hendaknya tangis karena ketakwaan, dan keakhiratan, bukan karena keduniaan. Ketawa dan bahagia karena keteguhan iman dan hidayah iman.

 

Tags: ketawa menangis

Post navigation

❮ Previous Post: Jubah
Next Post: Perempuan (di) Ramadlan ❯

You may also like

Kolom
Filsafat & Sarjana Kambing
September 22, 2022
Kolom
Jubah
May 6, 2020
Kolom
Gambar
April 13, 2020
Kolom
Aset Maknawi
February 15, 2021

Recent Posts

  • Kurikulum Holistik: Dari Model Tokkatsu, Child to Child Pedagogy, Hingga Pesantren
  • Ahead of GIHES 2026: From the Hidden Curriculum to a Holistic Curriculum
  • Kami Alihkan Pesawatnya ke Surabaya
  • Menjelang GIHES 2026: Dari Hidden Curriculum ke Holistic Curriculum
  • The Expensive Warung: How Commercialism Is Changing Indonesian Hospitality

Archives

Memes

Categories

Quotes

Kalender

October 2026
M T W T F S S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
« Sep    

Memes

Link

  • PP Al-Ikhlash
  • Al-Ikhlash Institute
  • P2i

https://www.youtube.com/c/TataTaufik

Copyright © 2026 mtatataufik.id.

Theme: Oceanly Green by ScriptsTown