mtatataufik.id

media berbagi dan silaturahmi

Katakan Alhamdulillah! seri 5

Print Friendly, PDF & Email

Kelima dalam surat al-Ankabut ayat 63 konteks perintah untuk mengucapkan hamdalah adalah ungkapan yang patut diucapkan jika mendengar pengakuan orang kafir bahwa mereka mengakui akan kekuasaan Allah dalam mencipta jagat raya dan seisinya. Artinya kata hamdalah diucapkan saat mendengar pernyataan akan kekuasaan dan keagungan Allah SWT.

وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ نَزَّلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ مِنْ بَعْدِ مَوْتِهَا لَيَقُولُنَّ اللَّهُ قُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْقِلُون العنكبوت: ٦٣

Dan jika kamu bertanya kepada mereka, ”Siapakah yang menurunkan air dari langit lalu dengan (air) itu dihidupkannya bumi yang sudah mati?” Pasti mereka akan menjawab, ”Allah.” Katakanlah, ”Segala puji bagi Allah,” tetapi kebanyakan mereka tidak mengerti.

Ibnu Katsir:

Allah SWT berfirman untuk menetapkan bahwa tidak ada tuhan selain Dia; karena kaum musyrikin –yang menyembah Allah dan juga menyembah lainnya—merka mengakui bahwa yang menciptakan langit dan bumi, matahari dan bulan, serta mempergantikan siang dan malam adalah Allah. Bahwa Dia lah Allah sang pencipta dan pemberi rizqi bagi hamba-hamba-Nya, yang menentukan perbedaan ajalnya, serta perbidaan rizqi, ada yang kaya dan ada yang miskin, kerena Dial ah yang mengetahui apa yang sesuai dengan mereka, siapa yang cocok untuk menjadi kaya dan siapa yang cocok untuk miskin.

Maka disebutkan juga,  bahwa Dia yang memeliki kekuasaan untuk mencipta segala sesuatu, dan yang mengaturnya sendiri. Jika demikian kenapa mereka menyembah selain Allah? Kenapa mereka bersandar kepada selain Allah? Mestinya karena Dia satu-satunya yang menciptakan maka Dia juga satu-satunya yang harus disembah.  

Dalam menetapkan kedudukan ketuhanannya (uluhiyah) Allah SWT dalam banyak kesempatan sering menghubungkan dengan tauhid rububiyah (maksudnya untuk mentapkan bahwa Dia satu-satunya yang wajib disembah –uluhiyah—Allah selalu menghubungkan dengan penjelasan bahwa Dial ah yang memelihara seluruh makhluk –rububiyah.

Jalalain:

Dan sesungguhnya jika kamu menanyakan kepada mereka, “Siapakah yang menurunkan air dari langit, lalu menghidupkan dengan air itu bumi sesudah matinya?” Tentu mereka akan menjawab, “Allah.”  Maka kenapa mereka menyekutukan-Nya. Katakanlah kepada mereka: “Segala puji bagi Allah atas tetapnya hujah terhadap kalian, “tetapi kebanyakan mereka tidak memahaminya.” artinya tidak memahami kontradiksi mereka dalam hal ini.

As-Sa’di:

Ini adalah pembuktian kepada kaum musyrikin tentang tauhid ilahiyah dan ibadah (mengesakan Tuhan dalam hal ibadah) yang merupakan kelaziman dari tauhid rububiyah (mengesakan Allah dalam hal pemeliharaan segenap makhluk; karena kepercayaan kaum musyrik mengakui pencipta dan pemelihara hanyalah Allah, tapi dalam beribadah mereka menyembah Allah juga menyembah berhala).  

Jika kamu tanyakan kepada mereka siapa yang menciptakan langit dan bumi? Siapa yang menurunkan hujan dari langit sehingga tanah yang mati bisa subur? Dan siapa yang mengatur semua alam semesta ini? Mereka akan menjawab: “hanya Allah satu-satunya” dan niscaya mereka akan mengakui kelemahan berhala dan apa saja yang mereka sembah bersamaan dengan menyembah Allah.

Maka aneh sekali ketika mereka mendustakan Allah dan memilih untuk menyembah kepada sesuatu yang mereka akui sendiri kelemahannya, dan diakui juga bahwa semuanya tidak bisa mengatur sesuatu apa pun. Maka julukilah bahwa mereka itu tidak punya akal, bodoh, dan lemah ilusinya. Apakah Anda menemukan yang lebih lemah akal dan pandangannya dari mereka yang mendatangi batu, atau kuburan dan lainnya? Sedangkan mereka tahu bahwa semuanya tidak memberi manfaat atau mudarat, tidak juga mencipta dan memberi rizqi, namun mereka menyembahnya dengan sukarela dan menyertakannya dengan Tuhan sang pencipta dan pemberi rizqi, pemberi manfaat dan mudarat?

Maka katakanlah alhamdulillah yang telah menjelaskan antara hidayah dan kesesatan, menjelaskan kebatilan yang dilakukan oleh kaum musyrikin agar terhindar darinya.

Katakanlah alhamdulillah yang telah menciptakan alam yang ada di atas dan di bawah, serta mengatur dan memberinya rizqi. Memberi banyak rizqi kepada yang dikehendaki-Nya dan memberi sedikit rizqi kepada yang dikehendaki-Nya, karena kebijakan-Nya dan karena pengetahuan-Nya atas apa yang sesuai bagi hamba-hamba-Nya.

bersambung ke seri 6

Comments are Closed