Skip to content
mtatataufik.id

mtatataufik.id

media berbagi dan silaturahmi

  • Profil
  • Gallery
  • Tafsir Inspiratif III
    • Tafsir Inspiratif I& II
  • Untuk Putra-putriku
  • Buku
  • Artikel
    • Kolom
    • Komunikasi Pendidikan Islam
    • Hikmah
    • Arsip
  • Home
  • Star Wars

Star Wars

Posted on May 16, 2020May 16, 2020 By M Tata
Kolom

Star Wars ini bukan judul film garapan George Lucas  tahun 1977, atau terma yang dipakai Ronald Reagan dalam strategi pertahanannya saat ia memerintah. Tulisan ini akan mencoba menggambarkan kondisi Dunia yang berperang melawan wabah di tahun 2020.

Tanggal 14 Mei lalu masyarakat Dunia diseru untuk berdu’a dalam rangka menolak wabah yang melanda Dunia dengan tajuk “du’a untuk kemanusiaan.” Akirnya kaum muslimin pun diseru untuk berdu’a bersama di malam Jum’at itu. Du’a adalah senjata umat Islam demikian Rasulullah SAW dalam hadisnya menyatakan. Maka seruan untuk berdu’a khusus berkenaan dengan menolak wabah sama dengan menyeru untuk mengangkat senjata yang dimiliki umat ini untuk memeranginya.

Berdu’a itu merupakan perintah Allah surat Ghafir ayat 60: “Dan Tuhanmu berfirman: berdu’alah kepada-Ku pasti akan Aku kabulkan…” dan dalam surat al-Baqarah ayat 186: “ Jika hamb-Ku bertanta kepadamu tentang Aku, Aku adalah dekat, Aku menjawab semua permohonan hamba-Ku jika mereka memohon kepada-Ku, hendaknya mereka menjawab juga seruan-Ku, dan beriman kepada-Ku, mudah-mudahan mereka selalu berada dalam kebenaran.”

Dari kedua ayat di atas dapat dilihat bahwa ber’dua adalah merupakan perintah Allah dan melakukannya termasuk ibadah. Jadi kegiatan berdoa itu merupakan ibadah dan wujud dari keimanan. Ditegaskan  dalam hadis Rasulullah SAW: Dua’a adalah ibadah (Bulugul Maram hadis ke 1338).

Masih terbayang berita perang Irak vs Kuwait pada tahun 1990an (kejadian ini dijadikan contoh karena secara visual bisa terbayang dalam ingatan) terlihat bagaimana rudal Irak dengan rudal Kuwait yang didukung Saudi saling bertabrakan di langit, yang satu menyerang yang satu menahan, dan begitu pemandangan yang tampak dalam berbagai berita visual. Itulah gambaran perang yang terjadi di langit dan bisa disaksikan.

Demikian juga halnya dengan du’a sebagai senjata kaum muslimin, ketika du’a dipanjatkan dengan sungguh-sungguh kepada sang Pemilik Seluruh Alam maka ia akan menaik ke langit dan menolak berbagai macam bala  laksana peluru kendali yang diluncurkan menghantam peluru kendali yang sama-sama siap menerjang sebagai lawannya.

Gambaran seperti ini dijelaskan Imam Nawawi ketika menerangkan tentang kadar/takdir dari hadis kedua dari hadis arba’īn yang dihimpunnya; “bahwa dua’a dan bala berperang antara langi dan bumi, dan du’a menolak bala’ sebelum bala’ itu turun.” Ada banyak keterangan hadis yang senada dalam topik ini; seperti hadis dari Anas; “Berdu’alah karena dua;a bisa menolak  qada.” Hadis Aisyah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda:  “Kadar tidak bisa dihindari, dan du’a bermanfaat baik untuk kadar yang sudah terjadi atau yang belum terjadi, karena du’a akan bertemu dengan bala dan bertempur sampai hari kiamat.” (Hadis Riwayat Tabrani). Hadis Muadz Ibnu Jabal: “Tidak akan berguna menghindari kadar, tapi dua’a berguna menghadapi kadar baik yang sudah terjadi atau yang belum terjadi, maka hendaklah kalian berdu’a wahai hamba Allah.” (HR Ahmad dan Tabrani).

Kata balā’ berarti musibah yang datang menimpa seseorang atau kelompok masyarakat, berarti juga kesedihan dan sesuatu yang sangat berat diderita.

Istilah lain yang sering menyertainya adalah wabā’ dalam bahasa Indonesia wabah, artinya penyakit yang keras dan menular dari tempat ke tempat lain yang mengenai manusia atau binatang, dan kadang sangat mematikan. Sehingga dalam memanjatkan dua’a sering keduanya diruntutkan beriringan;

اللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاء وَاْلوَبَاءَ واْلفَخْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْمِحَنَ وَالْفِتَن مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ مِنْ بلَدِناَ هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بلُدَانِ الْمُسْلِمِيْن عَامَّةً

Ya Allah, hindarkanlah kami dari bencana, wabah, kekejian, kemungkaran, cobaan-cobaan, dan fitnah, yang tampak dan yang tidak tampak dari Negara kami khususnya dan dari negara-negara Muslim pada umumnya. Mari berdu’a untuk ketemu kadar/takdir yang lebih baik terlebih di 10 akhir Ramadlan, saat malam kadar diturunkan.

 

Tags: bala du'a kadar kiamat perang star wars wabah

Post navigation

❮ Previous Post: 40 Tahun
Next Post: BAKIAK ❯

You may also like

Kolom
Pesan Ramadan: Tadarus 4G
April 6, 2021
Kolom
Jalur, Jenjang, Wajib Belajar, dan Evaluasi Pendidikan: Catatan untuk RUU Sisdiknas
February 26, 2022
Kolom
Pulang
April 14, 2020
Kolom
Generation X, Y, dan Z
April 22, 2020

Recent Posts

  • Kurikulum Holistik: Dari Model Tokkatsu, Child to Child Pedagogy, Hingga Pesantren
  • Ahead of GIHES 2026: From the Hidden Curriculum to a Holistic Curriculum
  • Kami Alihkan Pesawatnya ke Surabaya
  • Menjelang GIHES 2026: Dari Hidden Curriculum ke Holistic Curriculum
  • The Expensive Warung: How Commercialism Is Changing Indonesian Hospitality

Archives

Memes

Categories

Quotes

Kalender

September 2026
M T W T F S S
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
« Jul    

Memes

Link

  • PP Al-Ikhlash
  • Al-Ikhlash Institute
  • P2i

https://www.youtube.com/c/TataTaufik

Copyright © 2026 mtatataufik.id.

Theme: Oceanly Green by ScriptsTown