Sahur

Print Friendly, PDF & Email

Waktu antara sekitar pukul 03 dinihari hingga tiba waktu subuh (fajar kedua) sekitar pukul 4.30. Pada bulan Ramadlan waktu ini disunatkan untuk melakukan santap sahur bagi yang hendak menjalankan ibadah puasa. Sahurlah, karena dalam sahur ada keberkahan, begitu arahan  Rasulullah SAW.

Waktu sahur disebutkan dalam al-Qu’an secara khusus dan dihubungkan dengan istighfar, memohon ampunan kepada Allah SWT atas segala kesalahan dan dosa. Dalam surat Ali Imran ayat 17 disebutkan bahwa sifat-sifat orang yang takwa adalah;

الصَّابِرِينَ وَالصَّادِقِينَ وَالْقَانِتِينَ وَالْمُنْفِقِينَ وَالْمُسْتَغْفِرِينَ بِالأَسْحَارِ

Orang-orang yang sabar (dalam menjauhi maksiat dan syahwat serta sabar dalam menjalakan ketaatan) orang yang sugguh-sungguh (iamnya) baik ucapan maupun perbuatan, orang yang ta’at dan berinfak di jalan Allah serta orang yang beristighfar di waktu sahur. (Ali Imran:17).

Dalam surat ad Dzariyat ayat 18 disebutkan juga:

وَبِالأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

Dan pada waktu sahur mereka beristighfar.

Ada dua pendapat berkenaan  dengan kata istighfar tersebut, pertama kasudnya adalah mengerjakan shalat (tahajud) lalu bersitighfar dan yang kedua maksudnya beristighfar dalam pengertian memohon ampun, baik menjalankan shalat atau tidak.

Kenapa waktu sahur disebutkan secara khusus? Karena pada waktu tersebut adalah waktu diijabahnya do’a, dan waktu diterimanya orang-orang yang memohon ampunan Allah SWT.  dikabarkan bahwa pada saat itu Allah SWT  menyeru: mana orang-orang yang berdo’a dan akan Ku kabulkan do’a mereka dan mana orang-orang yang memohon ampunan-Ku, akan Aku ampuni mereka.

Sungguh suatu kesempatan yang baik sekali dalam bulan Ramadlan ini, saat perpaduan antara bangun waktu sahur ditambah santap sahur, ditambah dengan beristighfar, sebagaimana kelompok orang yang disifati –bahkan dipuji Allah SWT — yaitu mereka yang beristighfar di waktu sahur.