Skip to content
mtatataufik.id

mtatataufik.id

media berbagi dan silaturahmi

  • Profil
  • Gallery
  • Tafsir Inspiratif III
    • Tafsir Inspiratif I& II
  • Untuk Putra-putriku
  • Buku
  • Artikel
    • Kolom
    • Komunikasi Pendidikan Islam
    • Hikmah
    • Arsip
  • Home
  • Pentingnya Bangun Malam dan Do’a Khusus Untuk Kehidupan yang Lebih Baik

Pentingnya Bangun Malam dan Do’a Khusus Untuk Kehidupan yang Lebih Baik

Posted on June 18, 2022 By M Tata
Tafsir Inspiratif III

Al-Furqan: 64-66

وَالَّذِيْنَ يَبِيْتُوْنَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَّقِيَامًا

وَالَّذِيْنَ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَۖ اِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا ۖ

اِنَّهَا سَاۤءَتْ مُسْتَقَرًّا وَّمُقَامًا

Dan, orang-orang yang mengisi waktu malamnya untuk beribadah kepada Tuhan mereka dengan bersujud dan berdiri, dan orang-orang yang berkata, “Wahai Tuhan kami, jauhkanlah azab Jahanam dari kami (karena) sesungguhnya azabnya itu kekal.” Sesungguhnya ia (Jahanam itu) adalah tempat menetap dan kediaman yang paling buruk.

Ibnu Katsir:

وَالَّذِيْنَ يَبِيْتُوْنَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَّقِيَامًا

Dalam menafsirkan ayat 64 Ibnu Kastir menuliskan penjelasan mereka yang pada malam harinya sujud dan berdiri untuk beribadah dan taat kepada Allah SWT. Selanjutnya menjelaskan dengan mengutip ayat-ayat pada surat lain:

كَانُوْا قَلِيْلًا مِّنَ الَّيْلِ مَا يَهْجَعُوْنَ وَبِالْاَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُوْنَ

Mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam; dan pada akhir malam mereka memohon ampunan (kepada Allah). (Az-Zariyat: 17-18).

تَتَجَافٰى جُنُوْبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُوْنَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَّطَمَعًاۖ وَّمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَ

Lambung (tubuh) mereka jauh dari tempat tidur (untuk salat malam) seraya berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut (akan siksa-Nya) dan penuh harap (akan rahmat-Nya) dan mereka menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka. (As-Sajdah: 16)

اَمَّنْ هُوَ قَانِتٌ اٰنَاۤءَ الَّيْلِ سَاجِدًا وَّقَاۤىِٕمًا يَّحْذَرُ الْاٰخِرَةَ وَيَرْجُوْا رَحْمَةَ رَبِّهٖۗ قُلْ هَلْ يَسْتَوِى الَّذِيْنَ يَعْلَمُوْنَ وَالَّذِيْنَ لَا يَعْلَمُوْنَ ۗ اِنَّمَا يَتَذَكَّرُ اُولُوا الْاَلْبَابِ

(Apakah orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah pada waktu malam dalam keadaan bersujud, berdiri, takut pada (azab) akhirat, dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah (Nabi Muhammad), “Apakah sama orang-orang yang mengetahui (hak-hak Allah) dengan orang-orang yang tidak mengetahui (hak-hak Allah)?” Sesungguhnya hanya ululalbab (orang yang berakal sehat) yang dapat menerima pelajaran (Az-Zumar:9).

وَالَّذِيْنَ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَۖ اِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا ۖ

Dan mereka yang mengatakan: Tuhan kami jauhkanlah azab jahanam dari kami, karena azabnya itu kekal (terus-menerus).

Kata غراما berarti terus menerus, dan menurut al-Hasan: terus-menerus selama masih ada langit dan bumi, demikian juga menurut Sulaiman al-Taymi. Muhamad Ibn Ka’ab غراما adalah ni’mat yang didapat di dunia, orang kafir ditanya  oleh Allah tentang ni’mat dunia, dan mereka tidak bisa menjawabnya, maka dia diberinya azab yang terus-menerus dan dimasukkan ke neraka.

اِنَّهَا سَاۤءَتْ مُسْتَقَرًّا وَّمُقَامًا

Seburuk-buruknya tempat tinggal, apakah dalam gambaran melalui pandangan maupun perkataan.   Selanjutnya Ibnu Katsir meriwayatkan banyak hadis tentang kepedihan azab neraka.

Jalalain:

Mereka orang-orang yang melalui malam hari dengan bersujud kepada Tuhan mereka –lafal Sujjadan merupakan bentuk jamak dari lafal Saajidun– dan berdiri untuk mengerjakan salat.

Serta mereka yang berkata, “Ya Tuhan kami! Jauhkanlah azab Jahanam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal” yang abadi, dan neraka Jahanam itu adalah seburuk-buruk tempat menetap dan tempat tinggal. Maksudnya Jahanam adalah tempat menetap dan tempat tinggal yang paling buruk.

As-Sa’di:

وَالَّذِيْنَ يَبِيْتُوْنَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَّقِيَامًا

Memperbanyak salat malam dengan ikhlas dan perasaan tunduk kepada-Nya.

وَالَّذِيْنَ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَۖ اِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا ۖ

Jauhkanlah kami azab neraka dengan menyelamatkan kami dari penyebabnya serta memberi ampunan atas perbuatan yang membuat kami bisa mendapat azab.

اِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا

Karena azabnya kekal terus-menerus sebagaimana orang berhutang yang harus membayarnya. 

اِنَّهَا سَاۤءَتْ مُسْتَقَرًّا وَّمُقَامًا

Dan neraka Jahanam itu adalah seburuk-buruk tempat menetap dan tempat tinggal.

Ini merupakan pengakuan mereka (orang mu’min) sebagai bentuk ketundukan kepada Tuhannya, dan pernyataan akan keinginan yang sangat kuat untuk terlepas dari azab tersebut, serta ungkapan atas kelemahan dirinya untuk menerima azab, dan untuk mengingat anugerah Allah kepadanya, karena terhindar dari kekerasan azab sesuai dengan kekerasannya akan semakin meningkatkan beratnya azab, juga akan semakin menambah kebahagiaan jika terhindar darinya. 

Pelajaran:

  1. Ini menunjukkan sifat orang beriman; mengisi sebagian malam harinya dengan salat (sujud dan berdiri adalah gerakkan salat).
  2. Beristigfar dan berdoa dengan penuh harap dan cemas (mengharapkan Rahmat Allah dan Takut akan Azab-Nya), waktu yang baik di waktu sahur, artinya waktu menjelang subuh.
  3. Secara khusus  berdoa agar terhindar dari azab neraka.
  4. Gambaran neraka itu dari sudut pandangan merupakan kondisi terburuk demikian juga dari penggambaran secara lisan. Sangat buruk untuk dilihat dan buruk juga untuk dikatakan.
  5. Pengakuan atas kekejian azab dan permohonan agar terhindar darinya merupakan pengingat akan perlunya ampunan Allah SWT dan anugerah-Nya.
  6. Bahwa besar kecilnya azab sebanding dengan besar kecilnya perbuatan dosa, diumpamakan dengan kewajiban orang yang berhutang untuk membayarnya.
  7. Ayat-ayat ini mengajarkan cara memperbaiki diri untuk menjadi pribadi yang mulia dengan menyediakan waktu khusus dalam agenda keseharian kita: Memperbanyak ketaatan, berdoa, dan menyadari akibat baik buruk suatu perbuatan.
Tags: azab bangun malam berdoa istighfar jahananm neraka tafsir inspiratif waktu khusus

Post navigation

❮ Previous Post: Sikap: Gaya Berjalan & Menyikapi Hinaan
Next Post: Indahnya Hidup Sedrehana ❯

You may also like

Tafsir Inspiratif III
Sikap: Gaya Berjalan & Menyikapi Hinaan
June 16, 2022
Tafsir Inspiratif III
Katakan Alhamdulillah seri 3
January 29, 2021
Tafsir Inspiratif III
Rahasia di balik seruan “ Hai Orang-orang yang beriman”
March 31, 2023
Tafsir Inspiratif III
Katakan Alhamdulillah seri 1
January 27, 2021

Recent Posts

  • Kurikulum Holistik: Dari Model Tokkatsu, Child to Child Pedagogy, Hingga Pesantren
  • Ahead of GIHES 2026: From the Hidden Curriculum to a Holistic Curriculum
  • Kami Alihkan Pesawatnya ke Surabaya
  • Menjelang GIHES 2026: Dari Hidden Curriculum ke Holistic Curriculum
  • The Expensive Warung: How Commercialism Is Changing Indonesian Hospitality

Archives

Memes

Categories

Quotes

Kalender

October 2026
M T W T F S S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
« Sep    

Memes

Link

  • PP Al-Ikhlash
  • Al-Ikhlash Institute
  • P2i

https://www.youtube.com/c/TataTaufik

Copyright © 2026 mtatataufik.id.

Theme: Oceanly Green by ScriptsTown