Cegah Gagal Ramadhan*

Print Friendly, PDF & Email

Oleh: Dr. M. Tata Taufik M. Ag

Pengasuh Ponpes Al-Ikhlash Ciawigebang Kuningan

Banyak pelajaran yang dikemukakan oleh Rasulullah SAW dalam rangka mengisi amaliah Ramadhan. Semuanya berisikan saran dan anjuran bagaimana sebaiknya puasa itu dilakukan dan amalan apa yang baik dilaksanakan di bulan suci ini.Salah satunya seperti yang diriwayatkan di bawah ini.

Mengenal Target Ramadlan:

Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Anas, bahwa Rasulullah SAW ketika naik mimbar Beliau berkata: Amiin, Amiin, Amiin, lalu para sahabat bertanya untuk apa engkau baca amiin? Rasulullah bersabda: datang kepadaku Jibril dan berkata: “Hai Muhammad, terhinalah seorang mu’min yang ketika disebut namamu dan dia tidak membaca shalawat kepadamu, maka ucapkanlah “amiin!” Lalu aku mengucapkan “amiin”, kemudian Jibril berkata: terhinalah orang yang masuk di bulan Ramadlan lalu keluar dari Ramadlan dan ia tidak mendapat ampunan, katakanlah “amiin!” maka aku katakan “ amiin” kemudian Jibril berkata: Terhinalah orang yang menemukan kedua orang-tuanya atau salah satunya dan mereka tidak memasukan dirinya ke Surga, katakan “amiin!” lalu aku katakan “amiin.”

Dari hadits di atas ada tiga pelajaran penting yang sisampaikan oleh Allah SWT melalui malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW. Pelajaran tersebut disampaikan untuk kaum muslimin sebagai pedoman tingkah laku yang menuntun sikap kaum muslimin dalam menghadapi situasi yang dialaminya:

Pertama, sikap seorang mu’min ketika mendengar nama Nabi Muhammad SAW disebut, baik oleh seseorang dalam pertemuan maupun dalam berbagai pidato yang disampaikan, hendaknya ia membaca shalawat untuk mendu’akan beliau beserta keluarganya.

Kedua, sikap ketika datang bulan Ramadlan, di sini diajarkan bahwa seseorang harus menuai hasil dari usainya bulan suci ini dengan mendapatkan ampunan (maghfirah) Allah SWT. Artinya setiap muslim hendaknya menjadikan ampunan Allah sebagai target dari bulan Ramadhan.

Ketiga adalah pelajaran bagi setiap muslim untuk senantiasa bersikap baik kepada kedua orang tua, sehingga keduanya tidak menjadi penghalang baginya untuk memasuki Surga, atau dengan kata lain tidak menjadi penyebab dirinya masuk Neraka.

Menata Amalan:

Sebagai pengamalan dari ketiga pelajaran tersebut, maka hendaknya setiap individu mulai menata pola tingkah lakunya dan amalannya terlebih-lebih di bulan Ramadhan. Dari point pertama menuntun kepada suatu amalan yang baik dilaksanakan untuk mengisi bulan puasa ini dengan memperbanyak membaca shalawat kepada Rasulullah SAW dan keluarganya. Sedangkan dari point kedua, mengisyaratkan bahwa membaca istighfar dengan sepenuh hati mengharap ampunan Allah SWT merupakan amalan yang harus senantiasa dilaksanakan selama bulan Ramdalan. Dan ketiga mengiasyaratkan agar senantiasa berusaha sekuat tenaga untuk berbuat baik kepada kedua orang tua. Jika masih hidup dengan senantiasa memperlakukan keduanya dengan santun dan sopan serta tidak menyakiti keduanya. Dan jika keduanya telah tiada, maka dengan banyak memohonkan ampun kepada Allah untuk keduanya.

Tidaklah Sulit Karena Sudah Melembaga:

Semua amalan dan pola tingkah laku sebagaimana diungkapkan di atas tidaklah sulit untuk dilakukan, karena para ulama telah melembagakannya dalam bentuk kegiatan shalat tarawih bersama. Seperti yang telah diketahui bersama bahwa dalam shalat tarawih bersama, usai tarawih biasanya imam mempipin untuk beristighfar dan membaca shalawat. Jika hal ini dilakukan dengan penuh harapan dan kesadaran diri untuk mendu’akan Rasulullah SAW dan memohon ampunan Allah atas berbagai dosa yang telah dilakukan, maka mengisi Ramadlan dengan amalan minimal sudah dilakukan. Secara maksimalnya bisa ditambah dengan amalan lain seperti tadarus (membaca dan mempelajari al-Qur’an) dan memberi makanan dan minum untuk yang berbuka puasa (ifthar) serta amalan sunah lainnya.

Adapun berkenaan dengan tradisi terhadap kedua orang tua, sudah dilembagakan juga dalam masyarakat kita sebuah upaya membahagiakan orang tua, berupa memberikan bingkisan menjelang 1 Ramadlan (nganteuran munggah) dan bingkisan hari raya di akhir Ramadlan.

*Radar Kuningan 24 Juni 2015